Kamis, 09 Juli 2015

CRITICAL ELEVEN


Rp. 79.000,-

Sinopsis :
Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat—tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing—karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It's when the aircraft is most vulnerable to any danger.


In a way, it's kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah—delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan.


Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa, dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya.


Kini, lima tahun setelah perkenalan itu, Ale dan Anya dihadapkan pada satu tragedi besar yang membuat mereka mempertanyakan pilihan-pilihan yang mereka ambil, termasuk keputusan pada sebelas menit paling penting dalam pertemuan pertama mereka.


Diceritakan bergantian dari sudut pandang Ale dan Anya, setiap babnya merupakan kepingan puzzle yang membuat kita jatuh cinta atau benci kepada karakter-karakternya, atau justru keduanya.


***


"Membaca Critical Eleven? Tiga menit pertama yang menyenangkan, delapan menit terakhir yang mengesankan, dan hanya butuh kurang dari 11 detik untuk memutuskan bahwa ini adalah karya favorit saya dari Ika Natassa. Ika sebagai pilot, mengendalikan segalanya dengan sangat baik dan berakhir dengan super smooth landing. Impressive! I absolutely love this book! Romantic and uplifting. This book will successfully put a smile on your face and also make you think." —Ninit Yunita; Penulis


"Sebagai pencinta bandara tanpa tempat pulang yang tetap (dan benci terbang, seperti Anya), saya menemukan sekeping ‘rumah’ di buku ini sejak halaman pertama. Ika bertutur dengan hangat dan memikat (dengan sentuhan yang ‘Ika banget’) sehingga pembaca akan merasa dekat dengan sosok Anya dan Ale—sesuatu yang menurut saya sangat penting dalam sebuah cerita. Satu lagi: novel ini harus dibaca sambil minum kopi. You’ll know why!" —Jenny Jusuf; Penulis & Scriptwriter 

Senin, 22 Juni 2015

PERJALANAN MENJUMPAI TUHAN



55.000,-DESKRIPSI:
Metode dan muatan pendidikan agama kita tidak menarik dan membosankan. Alih-alih
menawarkan kedamaian, keharmonisan, dan ketenteraman, agama justru dijadikan
alat pemecah belah, media adu domba, peninabobo kaum awam, alat provokasi,
faktor disharmonisasi dan duri peradaban. Apa yang terjadi pada lembaga pendidikan,
kurikulum, silabus, dan proses pemahaman serta pemaknaan kehidupan beragama?

Bila hal itu yang Anda alami selama ini, buku ini akan mencerahkan dan menawarkan
paradigma alternatif bagi Anda karena memuat:
• Pergulatan pemikiran keagamaan para mahasiswa-mahasiswi yang awalnya
antipendidikan agama (religious studies), lalu berubah dan mengalami momentum
“AHA”. Agama itu indah, damai, dan sejuk.
• Pemahaman makna dan pesan agama dari perspektif kaum muda. Khususnya akar
masalah dan problem keagamaan seperti ketegangan, konflik, kekerasan intra- dan
antaragama sampai perang bernuansa keagamaan.
• Membongkar kesan negatif tentang kaum muda. Ternyata kaum muda hebat dan
mampu berpikir kritis, kontemplatif, mencerahkan, dan membuyarkan stereotip setelah
mereka melakukan ekskursi ke Mesjid Istiqlal, Katedral, Gereja Immanuel, Wihara,
Pura, Lithang, dan Gurdwara.
• Mengirim pesan damai, sejuk, dan harmonis dari pelangi jiwa kaum muda Muslim,
Kristen, Katolik, Buddhis, dan Hindu. Pesan-pesan profetik agar umat beragama merajut
kerja sama dan toleransi, bersinergi, dan menebar manfaat, kebaikan, keindahan,
dan kearifan dalam kebhinekaan. Agama apa pun harus menjadi oase, jembatan
kukuh, dan panasea bagi problem akut sosial-kemanusiaan.

Buku ini selayaknya dibaca oleh para guru atau pendidik, pemerhati pendidikan, tokoh
dan pemuka agama, aktivis lintas agama, politisi, pejabat dari dinas dan departemen
pendidikan dan kebudayaan. 

Minggu, 14 Juni 2015

Lomba Hafiz Quran 1436 H Gramedia Balaikota Semarang


Ramadhan Bersama Gramedia Balaikota Semarang

Kategori Lomba untuk kelompok umur sampai dengan 9 tahun.

Ada 3 surat Pilihan : 1. QS Al-Bayinnah 2. QS Al-Qodr 3. QS Ad-Duha

Biaya Registrasi hanya 15.000 sudah free Juz Amma

Hadiah Uang Tunai + Throphy + Bingkisan Menarik

Juara 1 Rp. 300.000,-
Juara 2 Rp. 250.000,-
Juara 3 Rp. 200.000,-

Tempat Pendaftaran
Gramedia Balaikota Semarang
Jl. Pemuda 138 Semarang
Phone 024-3566006  
Gramedia Balaikota Semarang selalu menyajikan yang terbaik untuk anda.